Jurusan Sosiologi UMRAH Selenggarakan Kuliah Umum

0
11

Senin 19 September 2016 bertepatan dengan hari pertama perkuliahan tahun ajaran 2016/2017 Jurusan Sosiologi Fisip UMRAH menyelenggarakan Kuliah Umum di Auditorium UMRAH. Kegiatan ini mengangkat tema “Implementasi UU No.6 Tahun 2014 Tentang Desa” dengan Narasumber Dr. Arie Sujito, M.Si.

Kegiatan yang diselenggarakan mulai pukul 13.30 ini bertujuan supaya Dosen dan Mahasiswa memiliki pemahaman mengenai UU No.6 Tahun 2014 Tentang Desa. Marisa Elsera, S.Sos.,M.Si selaku Ketua Jurusan Sosiologi Fisip UMRAH memaparkan bahwa “Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah awal kita para Dosen dan Mahasiswa Sosiologi dalam mengambil peran di masyarakat khususnya mengenai pedesaan. Disahkannya UU No.6 Tahun 2014 Tentang Desa menuntut kita mengambil peranan dalam mengawasi dan membantu terlaksananya UU ini di Desa-desa di Kepulauan Riau. Untuk itu kita harus menyeragamkan pemahaman terlebih dahulu mengenai UU.6 Tahun 2014 ini, baru kita bisa mengambil peranan dalam implementasinya.”

Dr. Arie Sujito, M.Si dalam pemaparannya yang berlangsung kurang lebih 2 (dua) jam tersebut menyampaikan latar belakang dan tujuan UU ini lahir. Dalam pemaparannya dia menyatakan bahwa UU ini lahir karena adanya keinginan Pemerintah untuk menjadikan Desa sebagai “Subyek” pembangunan, bukan sekedar “Obyek” pembangunan. Dengan adanya UU ini diharapkan Desa menjadi lebih mandiri dalam menyelenggarakan pembangunan di wilayahnya, baik itu pembangunan secara fisik maupun pembangunan sosialnya.”

Lebih jauh dia memaparkan bahwa “jika dahulu masyarakat mengikuti kamahuan Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah dalam hal pembangunan tanpa bisa menolaknya, sekarang Desa bisa menolak pembangunan yang di rencanakan Pusat atau Daerah jika itu bukan merupakan hal yang dibutuhkan oleh Desa. Ini karena sekarang menjadi “Subyek” pembangunan di Desa, jadi pembangunan yang berlangsung di Desa ditentukan sendiri oleh Desa melalui musyawarah desa.”

Kegiatan Kuliah Umum yang diikuti oleh Dosen dan Mahasiswa Sosiologi ini terlihat sangat menarik perhatian peserta. Ini terlihat dari jumlah peserta yang mencapai 200 orang. Antusiasme peserta juga terlihat dengan aktifnya sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan narasumber.

Desti Aspardianti salah satu mahasiswa sosiologi yang mengikuti kegiatan ini sempat mempertanyakan efisiensi kegiatan pembangunan dan pemberdayaan yang berlangsung di Desa tempat dia melaksanakan Kukerta beberapa waktu yang lalu. Mahasiswi semester 7 tersebut meragukan kemampuan desa dalam menentukan pembangunannya sendiri.

Menurut Narasumber dalam menanggapi pernyataan dan pertanyaan dari mahasiswi tadi, bahwa sebenarnya masyarakat Desa lah yang harusnya lebih memahami mana kebutuhan Desanya. Makanya pembangunan fisik dan sosial yang berlangsung di Desa harus merupakan rumusan hasil musyawarah masyarakat yang ada di Desa dalam MUSRENBANGDES, bukan hanya rencana yang para elite desa semata.

UU No.6 tahun 2014 telah membuka jalan agar Desa mampu mandiri dengan berperan sebagai “Subyek” pembangunan di Desa. Meningkatnya anggaran negara untuk pembangunan di Desa menjadi 1,1 Milyar mulai tahun 2017 nanti semakin menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memandirikan dan mensejahterakan masyarakat Desa, tinggal bagaimana para kaum intelektual seperti Dosen dan Mahasiswa mampu mengambil peranan dalam pengawasan serta mendukung berjalannya UU ini di masyarakat Desa. (Tgh)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here