Budaya Bukan Sekedar Seni dan Simbol

0
24

Kebudayaan merupakan suatu hal yang tak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat. Karena dia ada sebelum adanya generasi masyarakat sekarang. ada dan akan terus ada meskipun generasi dalam masyarakat sekarang akan usai dan terus berganti dengan generasi masyarakat selanjutnya. Hal ini menandakan bahwasanya kebudayaan akan terus ada dan menjadi salah satu kebutuhan dalam kehidupan bermasyarakat. Seandainya tidak berlebihan, maka dapat dikatakan bahwa budaya merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia demi mempertahankan eksistensinya di tengah-tengah kehidupan manusia lainnya atau masyarakat.

Secara harfiah, budaya merupakan cara hidup yang dimiliki sekelompok masyarakat yang diwariskan secara turun temurun kepada generasi selanjutnya. Koentjaraningrat mendefenisikan budaya sebagai sebuah sistem gagasan dan rasa, sebuah tindakan serta karya yang dihasilkan oleh manusia di dalam kehidupannya yang bermasyarakat. Sedangkan Effat Al-Syarqawi mendefenisikan budaya dari sudut pandang Islam, ia menjelaskan bahwa budaya merupakan khazanah sejarah sekelompok masyarakat yang tercermin dalam kesaksian dan berbagai nilai yang menggariskan bahwa suatu kehidupan harus memiliki makna dan tujuan rohaniah.

Budaya berawal dari sebuah cara yang kemudian cara tersebut terus berulang yang kemudian disebut kebiasaan. Sebuah cara dalam melakukan sesuatu hal yang terus berulang tersebut kemudian lambat laun akan mulai digunakan oleh manusia lainnya apabila cara tersebut dipandang cukup efektif dalam menyelesaikan sebuah tujuan dari aktifitas. Hal inilah yang menandakan bahwa cara yang menjadi kebiasaan seorang individu telah bermetamorfosa menjadi sebuah norma bersama. Karena cara dan kebiasaan yang dimulai dari seseorang tersebut juga menjadi cara dan juga berulang dilakukan oleh individu lainnya. Inilah yang akhirnya menjadikan cara tersebut menjadi suatu kebiasaan dan kemudian menjadi tata kelakuan dalam suatu kelompok masyarakat.

Tata kelakuan yang terkumpul dalam sebuah masyarakat itulah yang kemudian menjadi adat istiadat atau budaya yang jika terus berlangsung menjadi sebuah peradaban dalam kehidupan. Ini bisa terlihat dalam contoh cara seorang individu dalam menidurkan anak bayi atau balitanya. Setelah melakukan beberapa cara untuk menidurkan bayinya, maka diperolehlah cara yang paling efektif untuk menidurkan bayinya seperti mendendangkan lagu ataupun membuat buai agar si bayi cepat terlelap. Karena ke-efektifan cara tersebut, maka seorang individu mengulang cara tersebut dalam upaya menidurkan bayinya. Hal tersebut kemudian diketahui oleh individu-individu lain baik dengan melihat langsung ataupun dengan diceritakan oleh individu pertama untuk selanjutnya dilakukan hal yang sama pada anaknya sendiri.

Ketika hal tersebut menyebar dan terjadi penyesuaian antara cara yang dilakukan dengan latar belakang masyarakat, maka lahirlah sebuah norma baru dalam masyarakat sebagai cikal bakal budaya. Dendang lagu dalam menidurkan anak mengalami penyesuaian dengan bahasa maupun agama dalam masyarakat. Maka tak heran jika dalam sebuah komunitas masyarakat ada yang menidurkan anaknya dengan cara mendendangkan lagu-lagu daerah maupun dendang dengan lafaz rohani.

Ini menunjukkan bahwa masyarakat membutuhkan budaya dalam menjalani kehidupannya. Walaupun budaya terus mengalami perubahan pada setiap generasinya sesuai dengan kebutuhan generasi tersebut. Akan tetapi perubahan pada budaya bukanlah berarti bahwa generasi yang baru tidak membutuhkan budaya, melainkan generasi baru membutuhkan penyesuaian budaya. Hal ini bermakna bahwa setiap generasi manusia tetap membutuhkan budaya dalam kehidupannya. Karena pada dasarnya budaya tidak akan pernah mati atau sirna dari kehidupan manusia, karena budaya merupakan cara dan kebiasaan yang diterima secara kolektif dalam suatu kelompok individu atau masyarakat.

Jikalau pada hari ini banyak generasi muda yang beranggapan bahwa hal-hal yang berbau budaya bukan merupakan hal utama sehingga terkesan hanya menjadi sebuah cara dalam ritual-ritual kedaerahan. Karena budaya seakan hanya berkutat mengenai seni kedaerahan, bukanlah mengenai kehidupan. Pemahaman akan budaya inilah yang harus mulai diperbaiki oleh generasi hari ini. Pemahaman yang baik bahwasanya budaya itu bukan hanya berbau kesenian kedaerahan semata, melainkan lebih luas daripada itu. Budaya adalah sebuah cara dan kebiasaan dalam menjalani kehidupan.

Ketika hal itu telah difahami, maka budaya bukanlah menjadi sebuah hal yang kampungan dan terbelakang bagi kalangan generasi muda hari ini. Jika sudah demikian, maka para generasi muda saat ini bukan hanya menjadi penonton melainkan menjadi pelaku budaya yang akan mewariskan semangat nilai-nilai dalam budaya tersebut.

Clyde Kluckhohn memandang bahwa ada tujuh unsur budaya yang bersifat universal yang dapat ditemukan pada masyarakat manapun dibelahan bumi ini. Budaya juga berbicara mengenai sistem bahasa, sistem ekonomi dan mata pencaharian, sistem ilmu pengetahuan, sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem kepercayaan, sistem kemasyarakatan juga. Seni hanya bagian kecil dalam budaya, karena budaya adalah cara yang menjadi biasa dalam menjalani hidup. Karena budaya bukan hanya tentang rasa, tapi cipta dan juga karsa.

Budaya yang merupakan cara yang menjadi biasa dalam kehidupan masyarakat bukanlah cara serta kebiasaan yang sekedar indah semata. Cara yang menjadi biasa dalam masyarakat tersebut mengandung nilai-nilai hidup masyarakat yang membiasakannya dan kemudian menjadi tatakelakuan dalam masyarakat tersebut. Nilai-nilai kehidupan masyarakat tersebutlah yang menjadikan budaya tersebut memiliki arti penting dalam kehidupan ini.

Setiap nilai-nilai yang terkandung dalam budaya masyarakat merupakan cerminan dari masyarakat itu sendiri. Dengan melihat budaya suatu masyarakat kita bisa mengetahui bagaimana karakter masyarakat tersebut. Hal tersebut kembali lagi dikarenakan budaya merupakan cara dan kebiasaan masyarakat tersebut yang bermetamorfosa menjadi tata kelakuan dan budaya. Dengan melihat budaya suatu masyarakat kita bisa mengetahui sudut pandang masyarakat tersebut mengenai berbagai hal dalam kehidupan.

Kembali mengenai unsur budaya yang dijabarkan oleh Clyde Kluckhohn, bahwa setiap masyarakat di belahan dunia manapun pasti memiliki budaya yang tergambar dalam tujuh unsurnya. Sistem bahasa yang dimiliki suatu masyarakat baik itu bahasa secara lisan maupun tulisan, menggambarkan karakter masyarakat yang bersangkutan seperti dalam ungkapan “bahasa mencerminkan bangsa”.

Sistem ilmu pengetahuan dalam masyarakat yang merupakan salah satu produk budaya juga menggambarkan karakter dari masyarakatnya. Dari sistem ilmu pengetahuan sebuah masyarakat kita bisa memahami kerangka berfikir suatu masyarakat. Sistem peralatan hidup dan teknologi yang digunakan dalam suatu masyarakat juga memiliki nilai-nilai yang lebih dari sekedar fungsi atau manfaat peralatan hidup dan teknologi yang digunakan suatu masyarakat. Dari sistem peralatan hidup dan teknologi yang digunakan masyarakat kita dapat memahami perkembangan pemikiran suatu masyarakat dalam kehidupannya.

Sistem ekonomi dan mata pencaharian suatu masyarakat mampu menggambarkan bagaimana pola hidup suatu masyarakat dalam beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya untuk mampu bertahan hidup. Sistem kemasyarakatan dalam masyarakat juga membuat kita memahami bagaimana masyarakat tersebut memandang hubungan antar individu di dalamnya dan segala pola interaksi yang terjadi beserta dampak dari interaksi yang terjadi tersebut.

Sistem kepercayaan dalam masyarakat menggambarkan mengenai sudut pandang suatu masyarakat mengenai Tuhan, utusanNya dan Kitab suci serta segala bentuk ritual dalam rangka interaksi dengan Tuhan mereka. Sistem kesenian masyarakat yang banyak mempertontonkan keindahannya juga memiliki nilai-nilai hidup masyarakatnya. Seni apapun yang dipertontonkan memiliki berbagai nilai yang bisa menggambarkan karakter, cara hidup maupun sudut pandang kehidupan suatu masyarakat.

Seluruh unsur budaya dalam masyarakat memiliki nilai-nilai luhur yang mencerminkan masyarakatnya. Budaya bukanlah sebatas seni-seni yang mempertontonkan keindahannya, dalam segala seni yang dipertontonkan tersebut juga terkandung nilai-nilai kehidupan masyarakatnya. Budaya juga bukanlah sebatas simbol-simbol kedaerahan yang menunjukkan asal daerah seseorang saat ini. Budaya lebih dari sekedar simbol-simbol kedaerahan. Karena budaya merupakan cara yang menjadi biasa dan menjelma menjadi tata kelakuan suatu masyarakat. Karena sungguh budaya bukan hanya sebatas ekspresi dalam seni dan simbol kedaerahan, karena budaya merupakan cara yang menjadi biasa dalam hidup kita. Karena budaya merupakan hasil cipta,karya, rasa serta karsa secara keseluruhan bukan hanya hasil rasa semata. Mari mengenali budaya kita, sesuaikanlah budaya kita dengan kebutuhan kita. Tapi ingatlah selalu, bahwa budaya adalah cara yang menjadi biasa dan menjelma menjadi tata kelakuan (norma) bukan hanya sekedar simbol kedaerahan dan ekspresi seni semata.

Penulis : Teguh Setiandika Igiasi, minoritas.instruktur@gmail.com

Keterangan : Telah diterbitkan di Koran Harian Haluan KEPRI  pada tanggal 21 April 2016

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here